Metro Tv Kena ‘Semprot’ Kpi Alasannya Yakni Siaran Jauh Dari Kata Independensi

Sebagai sebuah stasiun televisi penyiaran harus dilakukan secara berimbang tanpa keberpihakan. Jangan hingga ada kejanggalan yang memantik tubuh terkait untuk menunjukkan teguar, ibarat yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia terhadap salah satu stasiun TV swasta yang memakai nama Metro TV.

KPI meminta Metro TV untuk mendengapankan independesi dan keberimbangan dalam aktivitas siaran dan pemberitaan. Wakil Ketua KPI Pusat, S Rahmah Arifin menyampaikan Metro TV jauh dari prinsip independensi dan netralitas. Rahmat pun meminta ada perbaikan fundamental dalam redaksi guna mengembalikan Metro TV dalam menjalankan kiprah jurnalistik yang baik dan benar.

Terkait penilaian yang dilakukan KPI selaku tubuh yang mengawasi siaran-siaran di stasiun tv. Ada parameter kepatusan atas undang-undang, salah satunya ialah Pedoman Perlikaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), dan janji televisi yang dibentuk juga menjelang perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) 2016

“Turunan dari parameter tersebut ialah penilai atas penegakan internal P3SPS, konsistensi format siaran, prinsip independensi netralitas dan keberimbangan, pemenuhan presentase waktu siaran iklan layanan masyarakat (ILM), hukuman KPI, apresiasi KPI dan pelaksanaan konten lokal sebagaimana yang diatur dalam konsep sistem siaran berjaringan (SSJ),” terang KPI dikutip dari laman resmi stius merea.