Memainkan Candaan 80 Juta Lewat Kasus Va Yaitu Pelecehan Perempuan

Kasus prostitusi yang menyeret salah seorang artis, menciptakan nominal Rp 80 juta menjadi hal yang sering dibicarakann banyak orang. Rp 80 juta menjadi jumlah tarif untuk seseorang yang ingin berkencan selama satu malam dengan VA. Bahkan nominal tersebut menjadi materi bercandaan di sosial media. Psikolog Roslina Verauli dalam akun Instagramnya @verauli.id mengungkap bahwa komentar-komentar tersebut sama saja dengan merendahkan perempuan.

“Selama di ranah sosial masih berkomentar “Apa? 80 juta? Mahal Amiiiittt!” Atau masih beri pernyataan “Mending ada nilainya. Daripada gratisan. cuma dibayar dengan janji-janji?” Atau “Dasar.. Perempuan xxx…” (Itu) pernyataan yang sungguh menempatkan wanita dalam posisi obyek,” ujar Vera dilansir dari Suara.

Pernyataan yang mengkaitkan nominal 80 juta yakni bentuk tidak menghargai perempuan. Menurutnya, mau bagaimanapun situasinya, martabat wanita tidak ditentukan oleh keadaan. Vera pun menganggap bahwa komentar-komentar warganet tidak lepas dari budaya partriarki.

“Perempuan? Sebagai obyek. Yang secara sosial akan disalahkan dan dalam kendali laki-laki. Terutama dalam seksualitas. Bahkan terdapat standar ganda. Lelaki dengan pengalaman seksual bersama banyak wanita cenderung dipandang hebat. Perempuan? Sebaliknya!” imbuh Vera.