Hujan Yang Mengguyur Indonesia Buat Supermoon Terlihat Tak Begitu Nyata

Fenomena Supermoon atau bulan purnama akan menghiasi Bumi, Senin malam tanggal 21 Januari. Katanya Supermoon sanggup dilihat dari seluruh Indonesia sempurna pada matahari terbenam hingga fajar menyingsing. Bung sanggup menyaksikan fenomena alam ini dengan kamera DSLR atau handphone dengan setting pencahayaan mininal. Namun sebab beberapa hari belakangan hujan kerap mengguyur Indonesia, kemungkinan untuk Supermoon terlihat hanya 50:50.

Saat ini puncak animo hujan, tapi ada vortex atau pusaran udara di sebelah barat Kalimantan. Itu (vortex) menciptakan awan hujan berkumpul di sana, sehingga Jawa khususnya serpihan barat relatif sedikit hujan,” ungkap Marufin Sudibyo selaku astronom amatir dilansir dar Kompas.

Sepanjang malam nanti akan menjadi waktu terbaik untuk melihat Supermoon. Dampak dari Supermoon berdasarkan marufin, Bulan Prunama dan Bulan Baru yaitu sebuah insiden ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada di satu garis lurus. Selain itu, bumi akan mengalami resultan gaya tidak terbesar dan yang paling terpengaruh yaitu lautn.

“Karena Supermoon, maka kita mengalami pasang naik air maritim yang maksimum. Lalu bahayakah ke pantai? (Itu) tergantung pantainya,” ujarnya